Cabut Pokemon hingga ke Akar-akarnya!

Entah kenapa akhir-akhir ini banyak sekali artikel tentang Pokemon dan hubungannya dengan bahasa Syriac. Oke kita bahas kali ini, dengan penelitian dan pembahasan kejanggalan point-to-point dengan cross-check yang agak lama, serta mohon koreksinya. hehe

Bahasa Syriac? Apaan tuh?

Syiriac (Syria / Suriah)
Bahasa Syriac adalah bahasa yang berasal dari daerah Syam (sekarang Suriah / Syria). Bahasa ini berkembang pada rentang waktu abad ke-4 hingga abad ke-8 Masehi.

Faktanya, bahasa ini berkembang hingga mencapai Jepang, dibawakan oleh pendeta-pendeta yang menyebarkan Kristen pada abad tersebut. Setelah kekhalifahan Nabi Muhammad pada abad ke-6 Masehi, bahasa arab mulai menggantikan bahasa Syriac tersebut. Hingga kini, bahasa Syriac menjadi bahasa minoritas di daerah Suriah. (daerah berwarna ungu tua)


Pokemon, Aku Yahudi???

Selanjutnya, yang paling membuat heran (dan menyesatkan haha), Pokemon dalam bahasa Syriac adalah "Aku Yahudi". Apaa??

Memang ga masuk akal yah? Pokemon itu diambil dari bahasa Inggris, tapi dengan pelafalan Jepang.

Pocket Monster (bahasa Inggris) // ポケットモンスター (bahasa Inggris pelafalan Jepang = Poketto Monsutā)



Pikachu, "Jadilah Yahudi"


Asal kata Pikachu adalah dari Pika-Chu.

Pika adalah salah satu nama spesies tikus 'Pika' (lihat di https://en.wikipedia.org/wiki/Pika)
Sedangkan Chu berasal dari suara tikus tersebut. Di indonesia, suara tikusnya menjadi 'cit-cit'.

Di Indonesia mungkin bukan Pika-chu lagi, namanya jadi Pika-cit? ahahahaha


arti pikachu pokemon bahasa syriac
"Pikaa?"

Charmander, "Tuhan itu Lemah"

Asal kata Charmander adalah Char-Mander

Char adalah kata bahasa Inggris, artinya Arang
Mander berasal dari singkatan Salamender

Arti sesungguhnya menjadi Salamander (yang membakar hingga menjadi) Arang


Jadi, Siapa yang mulai??

Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengakui terjemahannya ini. Tapi iseng-iseng saya tracking di Google, postingan yang mirip dengan ini pernah dibuat dari tahun 2006, berbahasa melayu.
"http://1623.activeboard.com/t6668716/bahaya-kartun-pokemonmuslim-je-tahu-maksudnya"

Ada juga berita dari Los Angeles Times yang mirip dengan penerjemahan 'aneh' ini. Silahkan dibaca dan dikaji
"http://articles.latimes.com/2001/apr/24/news/mn-54861"

Sedikit saya ringkas dan ulas dari sudut pandang saya pribadi. Saat April 2001, saat sedang panas-panasnya dunia Barat dengan Timur Tengah, tersebarlah isu Pokemon ini. Timur tengah semakin anti terhadap gerakan Barat dengan isu ini, terlebih memang pengaruh Pokemon secara nyata menjadikan anak-anak lalai dalam beragama.

Lalu berlanjut dengan peristiwa pengeboman menara WTC di bulan September pada tahun yang sama, yakni 2001. Adakah hubungannya dengan serangan Amerika terhadap Irak?? Ditambah dengan pemuda Irak yang menjadi lalai terhadap kewajiban agama? Wallahu a'lam.



Saddam Hussein?

Banyak sekali yang menyangkut pautkan artikel seperti ini dengan Pelarangan Pokemon di Negara Irak. Entahlah, saya belum mendapat berita resmi yang menyatakan demikian.

Tapi anehnya, media-media barat akhir-akhir ini gencar menyangkut-pautkan Pokemon dengan Saddam Hussein. Bahkan Dokumen Rahasia Negara Irak yang ditemukan oleh prajurit Amerika saat penyerangan ke Irak, Saddam Hussein memboikot Pokemon dan menyatakan bahwa kartun-kartun ini sangat berbahaya bagi umat Islam. Hoax-kah?

Kalaupun benar Saddam Hussein melakukan boikot Pokemon, kenapa Amerika mempublikasikan bahaya industri hiburan buatan mereka sendiri (Pokemon)?

Konspirasi? Politik Adu domba kah sehingga Amerika semakin mempunyai alasan untuk menghancurkan Irak?


Kesimpulan

Semua ini seperti puzzle saja. Banyak yang dihilangkan, ada juga yang terlalu dilebih-lebihkan. Ini hanya permainan media untuk mencari sepeser rupiah setiap detiknya, menargetkan pembaca awam yang hanya menelan bulat-bulat informasi yang 'sensasional', dengan embel-embel 'agama' agar memperluas pasar Media ini.


وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya
Al-Isra' 36

Untuk itu, mohon bantuan dan sarannya bila artikel ini terdapat kesalahan. Karena saya bukan yang paling benar, tapi saya sedang mencari kebenaran. Wallahu a'lam.

------------------------------------------
20 Juli 2016
saat Pokemon GO terlalu mainstream :D


referensi
(http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000008921262/rahasia-nama-nama-pokemon/)

Agama adalah Nasihat (hah?)

assalamu'alaikum!!

haha udah lama ga nulis di blog ini lagi..
maaf maaf nih udah lama ga update.. abis beradaptasi sama kejamnya bijaknya dosen ngasih IPK...
:D (peace pak bu dosen, baru lebaran)



ceritanya gini...

beberapa hari kemarin saya diminta untuk jadi penulis blog komunitas, yang memang sama bergerak di dakwah juga. Mereka juga minta pendapat, gimana sih ngelola blognya..

"Kok masih bisa bertahan sampai sekarang..?"

"well.. itu perlu kesabaran dan giat posting.. nanti juga pembacanya dateng sendiri.."


Nah dari sana, rasanya saya juga punya beban (tanggung jawab) untuk mengaplikasikan ilmu yang saya dapet dari banyak sumber, dan juga menyebar luaskannya.. termasuk blog ini.

Tiba-tiba inget sebuah hadits Nabi SAW

الدين النصيحة
"Agama adalah Nasihat"
HR. Bukhari & Muslim
hadits agama adalah nasihat arti tafsir cerita
Agama adalah Nasihat (advice)


Apa hubungannya? .-.
Banyak sekali hubungannya, salah satunya adalah dengan posting ini!
Setelahnya vakum hampir setahun (hehe), saya memutuskan untuk melanjutkan blog ini tetap hidup dan menyebarkannya.

Ini karena teman saya secara tidak langsung memberi semangat untuk tetap berada di garis terdepan dakwah, walaupun mungkin saya hanya memberi kontribusi kecil bagi Islam ini. Tapi selama lillah (untuk Allah), why not? :D

Lalu, sekarang nambah lagi teman dakwah nih.. hahaha..


Jadi.. intinya..
Hubungan sosial tidak terlepas dari agama! sama sekali!

Kita saling mendapatkan nasihat satu sama lain dikarenakan Agama yang dimaksud oleh Nabi SAW..
dan kita juga mendapatkan ilmu agama karena nasihat dari Ulul Albab (yang mendalam ilmunya), yakni para 'ulama dan fuqaha (ahli fikih)

وَالْعَصْرِ (١)
إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢)
(إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣

1. Demi masa.
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran
Al-Ashr : 1-3

So guys..
Perbanyak relasimu di dunia nyata dulu!
Prioritaskan mereka-mereka yang berbeda latar belakang tapi punya visi yang sama, yaitu Islam! Karena Agama ini kuat disebabkan oleh persaudaraan diantara mereka!

Tinggalkanlah dulu itu game Pokemon-mu.. mending cari pahala daripada cari pikacu.. hahaha

Doakan semoga kita diteguhkan hati dan kaki kita pada Agama yang lurus ini!
Aamiin.

--------------------------
ditulis 11 Syawal 1437 H / 17 Juli 2016
sehari atau dua hari setelah Erdogan dan rakyatnya menggagalkan kudeta Militer Turki

Benarkah Sistematika Ikhlas?




Oke, sekarang kita coba kembali belajar matematika.

Secara matematis, perhitungan 'IKHLAS' diatas salah besar. Kenapa??

Sebuah bilangan yang dibagi '0' (nol) akan menghasilkan Nilai tak Terdefinisi



Analoginya, kita punya satu kue bolu, lalu akan kita beri ke 'orang yang tidak ada', berapa sisa kue itu? Bingung kan?

Sama halnya seperti kita memberi sesajen kepada roh-roh leluhur, atau jin penunggu kuburan maupun pohon, kita memberi 'makanan' ke 'sesuatu yang tidak ada'. Masih lebih baik kasih ke tetangga, kan jelas dapet pahala.. haha :D



Oke, secara Islami, konsep ini agak salah. Kenapa??

Nol ini adalah representasi dari 'ketiadaan tuhan', yang bahasa kerennya ATHEIS!!

Inilah Ghazwul Fikr (perang pemikiran, atau bisa juga peracunan pikiran). Kita melakukan kebaikan, tapi kita tidak mengharapkan apapun, lalu apa yang akan kita dapat? Kalaupun ada, dari siapa kita mendapatkan balasan ini? Entah!


Lalu apa bedanya kita dengan prajurit-prajurit Uni Sovyet dengan paham Atheisnya saat Perang Dunia II yang berkata seperti ini, namun lebih logis:

Kita mati di medan perang sebagai patriot atau mati konyol di bawah kasur, tak ada bedanya. Karena kami tidak memiliki Tuhan yang akan membalas perbuatan kami

Na'udzubillah tsumma na'udzubillah

Hendaknya kita mulai meniatkan kebaikan dengan persepsi yang berbeda:

Aku akan melakukan kebaikan demi ridha Allah.

Dan dengan Keagungan dan Karunia-Nya, Allah akan mencurahkan nikmat-nikmat itu pada orang-orang yang mencari ridha-Nya. Janganlah berpikir seberapa besar yang akan kita dapatkan, karena perhitungan Allah itu tidak dapat dipahami akal manusia.


مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” Al-Baqarah : 261

Niatkan Hijrahmu!

Shaum hari ini? Ya!
Semalam Shalat Tarawih? Ya!

Kenapa kamu Shaum?
Kenapa juga kamu Shalat Tarawih?

Cuman pengen ikut Bukber (buka bersama) sama temen?
Malu sama keluarga kalo ga ikut Tarawih?


Banyak orang yang beraktifitas hanya untuk dipamerkan pada akhirnya, karena tidak ingin kalah dengan kebahagiaan saudaranya. Ada pula yang bekerja banting tulang mencari rezeki untuk kehidupannya, atau bahkan ada orang yang mati-matian mengejar seseorang yang ia cintai agar bisa selalu bersamanya.

Apalah dikata jika Allah berkata lain?
Akankah kau kecewa? Seluruh tenaga yang kau curahkan tak terbalas selaras dengan keinginan.

Rasulullah pernah menasihati :

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan
HR Bukhari No. 1

kolam indah
Niatkan Hijrahmu!

Secara logika, ini adalah hukum Sebab-Akibat.

hijrahnya karena jabatan = ia akan dapat jabatan
hijrahnya karena wanita = ia akan dapat wanita
hijrahnya karena harta = ia akan dapat harta

tapi kita lihat akhir dari matan (isi) Hadits ini

hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan

Subhanallah!
Allah masih memberi kita kesempatan untuk meluruskan niat kita. Agar perjuangan ini diridhai oleh Allah. Walau jalan ini ditaburi duri 'cacian' dan sengatan 'hasud' sekalipun, ucapkanlah Hasbunallah wa Ni'mal Wakiil, cukuplah Allah sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung. Semoga Allah mengampuni kita dan orang-orang yang 'tidak mengerti' itu.

Walau mengais rezeki ini tak sebanding dengan letih kita, ucapkanlah Hasbunallah wa Ni'mal Wakiil, cukuplah Allah sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung. Semoga Allah menunaikan sisa rezeki kita kelak di Surga.

Dikala raga ini 'letih' pun tak berdaya, ucapkanlah Hasbunallah wa Ni'mal Wakiil, cukuplah Allah sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung. Semoga Allah kuatkan kita di Jalan yang Lurus

Ingat kata Maher Zain dalam lagunya :)
"To Allah you should turn" (Kepada Allahlah seharusnya kau Hijrah)

------
ditulis 1 Ramadhan 1436 H / 18 Juni 2015

Para Pencemburu Dunia

Alkisah, seorang Musafir (orang yang berpergian) berada di suatu padang pasir di jazirah arab. Ia berjalan sempoyongan karena bekal airnya telah habis. Dahaga mencekik kerongkonngannya dan sengitan matahari terasa membakar tubuh.

Di kejauhan, ia melihat sebuah rumah. Ia berniat untuk beristirahat sejenak dan meminta air pada pemilik rumah. Sesampainya, ia mengetuk pintu.

Tok tok tok

Seorang wanita membuka pintunya, melihat seorang Musafir yang kelelahan lagi kepayahan. Ia diperboehkan masuk oleh tuan rumah, dan ia meminta air pada wanita itu. Sesaat setelah dahaganya hilang, ia berterima kasih.

"Terima kasih. Kini aku berhutang budi padamu", kata sang Musafir

"Sekarang aku akan memberitahukanmu, tentang kota-kota yang megah.", lanjut Musafir.
"Taukah kau Baghdad sudah dekat dari sini? Begitu juga dengan Kuffah. Ketika kau lelah dalam perjalanan menuju kota tersebut, kau bisa beristirahat di tempat A, B dan C. Di tempat peristirahatan tersebut juga banyak terdapat ragam makanan dan minuman yang manis lagi dingin, bak mandi, serta banyak perhiasan yang akan kau temui"

"Ooh...", sang wanita terkagum-kagum

Keindahan Masjid Baghdad

Sejurus kemudian, datanglah Suami Wanita tersebut, membawa hasil buruannya. Akhirnya sang Musafir memutuskan pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju kota-kota yang tadi ia ceritakan.

"Selamat tinggal! Akan ku tunggu kalian di kota tersebut!", salam perpisahan Musafir

Kini, tinggal wanita beserta suaminya di rumah, memasak hasil buruan suaminya. Ia berceloteh,

"Apa kau tau, semua yang diceritakan oleh Musafir tadi tentang Baghdad, Kuffah beserta kemewahannya?", lalu ia menceritakan apa yang Musafir tadi ceritakan.

"Istriku, jangan kau dengarkan apa yang Musafir tadi ucapkan! Ada banyak sekali yang cemburu di dunia ini. Ketika melihat orang lain mendapat kebahagiaan, mereka ingin sekali mengusik dan mengusir kebahagiaan tersebut, dan juga menjerumuskan mereka pada kehidupan yang menyedihkan"

-----------------------

Banyak sekali yang mencari-cari kesenangan dunia, mengejarnya dengan segenap kemampuan dan sepenuh waktu. Tapi tidak sedikit seperti Suami tersebut, menganggap para pencari duniawi sebagai 'Pencemburu Dunia'.

Hasbunallah wa ni'mal wakiil.

*dikutip dari buku Fihi Ma Fihi karya Jalaludin Rumi
ditulis ulang agar pemaknaannnya jelas :)

Sudahkah Anda Malu Hari Ini?

"Ada apa dengan malu??" "Peduli amet sama malu juga?"

Begitulah beberapa tanggapan yang bisa saya ambil akhir-akhir ini, lunturnya rasa malu di depan publik. Kalo kita mengabaikan rasa malu, bahaya! Karena kalau dia ga tau malu, nanti bisa malu-maluin.. haha

Apa Itu Malu??

Malu adalah menutup Aib dan Kesalahan Pribadi yang mendorong diri pada kebaikan.
Bahkan, Ibnu Qayyim menyebutkan Malu berasal dari kata haya' (hidup), berhubungan dengan hidup-matinya hati seseorang.

rasa malu zaman sekarang hari ini
Malu berhubungan dengan Hati

Haruskah punya rasa malu?

Kita adalah manusia, makhluk yang tak luput dari kelalaian. Sudah sewajarnya manusia menutup aib dirinya, untuk menghindari fitnah.

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman
HR Bukhari


الحياء والإيمان قُرَنَاء جميعًا، فإذا رُفِعَ أحدهما رُفِعَ الآخر
Rasa Malu dan Iman adalah satu kroni (satu-kesatuan), barang siapa yang diangkat salah satu (antara iman atau malu) maka diangkat pula yang lainnya.
HR Hakim
Dalam hadits tersebut, Rasulullah menyebutkan kata قُرَنَاء (baca : Quranaa') antara Iman dan Rasa Malu. Selanjutnya, kata Quranaa' ini diserap ke bahasa Indonesia menjadi kata 'Kroni' (teman dekat).

Kata Quranaa' berasal dari bahasa Arab قرن yang artinya menemani atau pasangan
Sama halnya mengibaratkan dengan Jin Qarin, yang selalu menemani kita selama ini.
Berarti antara Iman dan Rasa Malu adalah kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Jika Rasa Malu Hilang?

Ia akan senantiasa melakukan apapun tanpa malu, termasuk tidak malu berbuat maksiat kepada Allah SWT, Karena ia berani pada Yang Maha Melihat, apalagi kepada manusia lainnya, yang acap kali luput memperhatikan.

Kecuali jika ia tidak malu ketika bertanya tentang suatu ilmu, itu adalah suatu kebaikan, bahkan keharusan.

Bagaimana Seharusnya Malu Itu?

Dalam kitab Bulughul Maram, Nawas Ibnu Sam'an bercerita, Rasulullah pernah menjelaskan

 اَلْبِرُّ حُسْنُ اَلْخُلُقِِ, وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ, وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ اَلنَّاسُ
Kebaikan ialah akhlak yang baik dan kejahatan ialah sesuatu yang menyesakkan di dadamu dan engkau tidak suka bila orang lain mengetahuinya
Dalil diatas adalah salah satu contoh Rasa Malu, malu jika ia berbuat dosa dan takut perbuatan dosanya diketahui publik.

Tapi sekarang ini, seolah semua terasa normal jika diumbar pada khayalak.
Mengumbar aib seseorang pada netizen (masyarakat internet), mengunggah foto yang tak pantas dilihat oleh lawan jenis, mencerca tokoh-tokoh publik, menebar fitnah yang sebenarnya hanya candaan semata. Na'udzubillah

Rasulullah berpesan pada ummatnya :
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya


Malulah pada dirimu sendiri, yang bergelimang dosa dan aib.
Namun Allah menutup aib dirimu, agar kau sadar bagaimana nikmatnya terhindar dari fitnah.

Mohonlah perlindungan pada Allah agar selalu diberi ketabahan dan ilmu yang bermanfaat. :D


Pesan Tambahan

Terlebih pada akhwat, banyak sekali celah-celah bagi setan untuk menjerumuskanmu wahai kaum hawa, mulai dari sifatmu, kebiasaanmu, lisanmu, bahkan sampai cara berpakaianmu yang benar-benar menutup diri dari atas kepala hingga ujung kaki.

Walaupun banyak sekali celah-celah dosa bagi akhwat, namun dengan menjaga diri dengan rasa malu pada Allah, ianya bak ladang pahala yang sangat banyak jika dibandingkan dengan ikhwan. :)

Asas Praduga Tak Bersalah dalam Islam

Dalam kode etik kehakiman, sering didengungkan kalimat "Praduga tak Bersalah" (Preassumption of Innocence).

palu keadilan hakim
Keadilan Hakim ditentukan dari Hal ini

Sejarah Asas Praduga tak Bersalah

Napoleon Bonaparte, seorang panglima Prancis, berambisi untuk mengekspansi wilayah kekuasaan Prancis dengan merebut wilayah Laut Tengah (Mediteranian Sea). Secara langsung, ia harus menaklukan wilayah-wilayah Afrika Utara yang kala itu berada dibawah naungan khilafah Utsmaniyyah (Ottoman Empire).

Setelah menaklukan Mesir, ia memborong buku-buku Islam ke Prancis dan menerjemahkannya. Akhirnya ia menambahkan salah satu hukum Islam ke dalam French Penal Code / French Civil Code (Hukum Perdata Prancis), yang kita kenal sebagai Asas Praduga tak Bersalah.

Aplikasi Asas Praduga tak Bersalah

Asas ini menilai semua orang baik adalah tidak bersalah (positif) hingga terbukti ia berbuat makar / kejahatan. Jadi, seorang hakim tidak boleh melihat secara objektif (perbuatannya), bukan secara subyektif (pelaku).

Asas Praduga tak Bersalah dalam Islam

Dalam Islam, Asas Praduga tak Bersalah lebih dikenal dengan istilah sederhana kita, yakni Husnudhan ( حسن الظان - prasangka baik terhadap sesuatu). Penggunaan Husnudhan ini tidak terbatas pada tingkat kehakiman saja, akan tetapi juga dalam segala aspek kehidupan sehari-hari.

Tapi, akhir-akhir ini banyak sekali orang yang selalu menyalahkan dan menjatuhkan orang lain, namun terkadang tidak terbukti yang berujung pada fitnah di kalangan publik. Disinilah pentingnya Husnudhan / praduga tak bersalah agar tak timbul fitnah.

Ketika kita berhadapan dengan seseorang, pandanglah ia dari kebaikan yang pernah ia lakukan, bukan dari keburukan yang pernah ia perbuat. Karena setiap orang pasti memiliki hati nurani, sebagaimana batu yang keras dan kasar, tapi kita lihat dibalik batu tersebut mengalir arus sungai yang jernih.

husnudhan
Sungai yang Jernih dibalik Batu yang Keras



ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ
Kemudian keraslah hati kalian setelah itu, maka (hati) itu seperti (kerasnya) batu atau bahkan lebih keras. Dan sungguh dari (sebagian) batu itu mengalir dibelakangnya sungai
Al - Baqarah : 74

Jauhilah prasangka buruk

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ اَلظَّنَّ أَكْذَبُ اَلْحَدِيثِ
Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong
HR Bukhari No. 5606
gosip dan fitnah husnudhan
Mulutmu Harimaumu


Ali bin Abi Thalib RA, pernah berkata :

أنظر ما قال و لا تنظر من قال
Perhatikan apa yang dikatakan, dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan
Jadilah seseorang yang adil tanpa pandang bulu. Menilai dan memberi sanksi oleh seorang Hakim adalah tugas yang sangat berat, karena telapak kaki kirinya berada di neraka dan telapak kaki kanannya berada di surga!

Kutubus Sittah, Referensi Hadits Shahih

kutubu sittah kitab yang enam

Kutubus Sittah (الكتب السته) 

Sebutan yang digunakan untuk merujuk kepada 6 (enam) buah kitab induk Hadits dalam Islam yang disusun oleh para Pengumpul Hadits (mukharij) yang kredibel. Kitab-kitab tersebut menjadi rujukan utama oleh para pemeluk Islam dalam merujuk kepada perkataan (qaul), perbuatan (fi'li) dan ketetapan (taqrir) Nabi Muhammad SAW.

Kitab tersebut adalah :
  • Shahih Bukhari oleh Imam Bukhari atau
  • Shahih Muslim oleh Imam Muslim  
  • Sunan an-Nasa'i / As-Sunan As-Sughra oleh Imam Nasa'i
  • Sunan Abu Dawud oleh Imam Abu Dawud
  • Sunan at-Tirmidzi oleh Imam Tirmidzi
  • Sunan ibnu Majah oleh Imam Ibnu Majah
*ditulis ulang dari Wikipedia Indonesia dengan penambahan beberapa referensi luar

Jika ingin membacanya, silahkan buka pada laman Download

Cara Buka :
  1. Klik kanan pada salah satu file .chm lalu pilih opsi 'Properties'kutubu sittah kitab yang enam
  2. Pada Tab 'General' klik tombol 'Unblock' lalu klik Ok. Selesai. :)kutubu sittah kitab yang enam

Perbanyaklah Rasa Iri!

Sekiranya aku bersama (seperti) mereka, aku pasti akan sangat beruntung
An-Nisa : 73
Dalam Al-Quran, ayat tadi menjelaskan perbandingan antara orang-orang yang berjihad di jalan Allah SWT dengan orang yang enggan / merasa berat untuk berjihad. Orang-orang yang berjihad, baik mendapat kemenangan atau kekalahan bahkan mati syahid, akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah. Sedangkan orang-orang yang enggan berjihad hanya tercengang melihat gagahnya para mujahidin menyambut seruan Jihad tersebut, maka mereka menyesal dan iri kepada para mujahidin.

pematik api
Pemetik Api Jihad




Coba kita bermuhasabah~

Pernah berpikir seperti itu? Ya, pasti.
Pikiran seperti ini tidak jauh ketika kita merasa iri dengan kenikmatan yang Allah berikan pada orang lain. Dan pikiran ini adalah wajib dipelihara!

Hah? yang bener??
Tentu saja, ini adalah termasuk Ghibtah atau rasa iri yang positif. Iri yang mematik semangat untuk terus berbuat kebaikan tanpa ada rasa menghilangkan kenikmatan yang dimiliki orang lain. Berbeda dengan Hasad, ianya adalah rasa iri terhadap orang lain disertai dengki, ingin meruntuhkan kenikmatan orang tersebut.

Bagaimana cara membina Ghibthah?

Setelah memikili Ghibthah seperti tadi, kita sebaiknya membangun ulang mindset (pola pikir) kita dengan bercermin pada orang-orang yang Saleh di sekitar kita, insan terbaik yang dididik oleh langit, mencari uswah hasanah (panutan yang baik) agar diri semakin termotivasi melakukan kebaikan.

Misalkan, aku punya target dari dulu untuk menjadi semisal sultan Muhammad II Al-Fatih pun prajurit-prajurit terbaiknya yang tidak pernah meninggalkan shalat Tahajud semenjak usia Baligh. Sekilas, rasanya mustahil untuk menjadi seperti Muhammad Al-Fatih, melihat latar belakang keluargaku yang baru memahami Islam. Tapi, aku punya seorang teman dengan latar belakang yang sama, namun ia selalu bangun di malam-malam akhir untuk mendirikan Tahajud. Tentu saja aku iri, temanku saja bisa seperti itu, kenapa aku tidak?

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ فَقَالَ لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلَانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الْحَقِّ فَقَالَ رَجُلٌ لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلَانٌ فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ

Tidak diperbolehkan hasad kecuali pada dua perkara, yaitu; Seseorang yang telah diajari Al-Qur`an oleh Allah, sehingga ia membacanya di pertengahan malam dan siang, sampai tetangga yang mendengarnya berkata, 'Duh.., sekiranya aku diberikan sebagaimana apa yang diberikan kepada si Fulan, niscaya aku akan melakukan apa yang dilakukannya.' Kemudian seseorang diberi karunia harta oleh Allah, sehingga ia dapat membelanjakannya pada kebenaran, lalu orang pun berkata, 'Seandainya aku diberi karunia sebagaimana si Fulan, maka niscaya aku akan melakukan sebagaimana yang dilakukannya.'
HR Bukhari No. 4638 - Iri dengan Ahli Quran
Nah sekarang, carilah para pematik api jihad tersebut. Insya Allah dimana pun kau berada, Allah kan terus membimbing hamba-hambaNya selama hambaNya terus memohon hingga akhir hayatnya.

See you at Jannah. :)

Gerhana Bulan Total 4 April 2015

Insya Allah akan terjadi Gerhana Bulan Total pada hari Sabtu, 4 April 2015 pukul 17.15 WIB.

Maka kita sebagai ummat Islam, diperintahkan untuk Shalat Kusuf (gerhana) secara berjama'ah, bertakbir dan menyiapkan sedekah terbaik kita. :)

إِنَّ اَلشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اَللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا, فَادْعُوا اَللَّهَ وَصَلُّوا, حَتَّى تَنْكَشِفَ

Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah yang tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihat gerhana keduanya, berdzikirlah kepada Allah (shalat)
HR Bukhari No. 2963
gerhana 2015

 

Sejarah Shalat Gerhana

shalat gerhana
Gerhana Matahari

إِنَّ اَلشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اَللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا, فَادْعُوا اَللَّهَ وَصَلُّوا, حَتَّى تَنْكَشِفَ
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdo'alah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula.
(HR Bukhari No. 2963)

Gerhana adalah peristiwa tertutupnya benda langit, biasanya istilah gerhana selalu mengacu antara Bumi, Bulan dan Matahari.

Terhalangnya Matahari oleh Bulan terhadap Bumi disebut Gerhana Matahari, menyebabkan Matahari tidak terlihat dari Bumi.

shalat gerhana
Gerhana Matahari

Sedangkan terhalangnya Bulan oleh Bumi terhadap Matahari disebut Gerhana Bulan, menyebabkan Bulan tidak terlihat dari Bumi.

shalat gerhana
Gerhana Bulan

Peristiwa ini pernah terjadi pada zaman Rasulullah, bertepatan dengan kematian anaknya, Ibrahim bin Muhammad. Ibrahim adalah anak dari Siti Khadijah, sang saudagar yang Rasul nikahi. Ketika Khadijah wafat, maka satu per satu anak-anaknya wafat menyusul ibu mereka, termasuk Qasim dan Tahir.

Ibrahim mengalami sakit keras saat berusia batita (sekitar 16-18 bulan). Lalu, Allah berkehendak mengambil kembali Ibrahim dari perawatan Rasulullah. Beliau SAW begitu sedih, bukan karena tidak adanya penerus beliau, tapi karena kasih sayangnya beliau kepada Ibrahim setelah ditinggal wafat oleh Khadijah. Rasulullah bahkan pernah bersabda :

 لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ
Kami tidak diwarisi, semua yang kami tinggalkan adalah sedekah
(HR Bukhari No. 6230)

Umat Muslim pun turut berduka cita atas wafatnya Ibrahim. Tapi kebetulan, waktu wafatnya Ibrahim tepat terjadinya Gerhana Matahari. Maka masyarakat Makkah menganggap Gerhana ini adalah mukjizat disebabkan wafatnya putra Rasulullah, tetapi Rasul membantah opini publik ini.


إِنَّ اَلشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اَللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا, فَادْعُوا اَللَّهَ وَصَلُّوا, حَتَّى تَنْكَشِفَ
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdo'alah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula.

Maka orang-orang pun bertaubat karena salah anggapan menghubungkan kematian Ibrahim dengan Gerhana, lalu orang-orang pun melaksanakan Shalat Gerhana.

Sayyidul Istighfar (Istighfar yang Paling Baik)

Akhirnya... Setelah searching kesana-kemari, ternyata ketemu juga doa Sayyidul Istighfar ini. Sebenarnya doa ini adalah doa yang cukup terkenal di pesantrenku, karena Mudirul 'Am (semacam kepala sekolah) sering mengajarkan kami doa ini selepas shalat Shubuh dan Maghrib.

Pertama kali masuk ke pesantren, aku bertanya dalam hati "Doa apa ini? Kenapa harus habis Shubuh dan Maghrib saja?". Tapi karena sering didawamkan (diulang-ulang), aku hapal tapi masih ada bacaan yang terpeleset / salah baca, takutnya salah arti. :p

Siapa tau? Misalkan seperti membaca al-Fatihah الحمد لله ربّ العالمين yang artinya 'segala puji bagi Tuhan semesta alam' menjadi الحمد لله ربّ الألمين dengan arti berbeda, 'segala puji bagi Tuhan segala penyakit', padahal hanya beda pengucapan antara 'ain (ع) dengan hamzah (أ) saja! Na'udzubillah.

Nah berikut sumber doa Sayyidul Istighfar ini adalah Shahih Bukhari kitab Do'a hadits no. 5831. Silahkan dihapalkan dan diamalkan selepas Shubuh dan Maghrib. :)


kucing berdoa kepada allah

قَالَ شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ قَالَ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Syaddad bin Aus radliallahu 'anhu berkata : Dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam : Sesungguhnya istighfar yang paling baik adalah kamu mengucapkan:

'ALLAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAAHA ILLA ANTA KHALAQTANI WA ANA 'ABDUKA WA ANA 'ALA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHA'TU A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA'TU ABUU`U LAKA BIDZANBI WA ABUU`U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA FAGHFIRLI FA INNAHU LAA YAGHFIRUDZ-DZUNUUBA ILLA ANTA'

(Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu)

Beliau bersabda: 'Jika ia mengucapkan di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk dari penghuni surga. Dan jika ia membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk dari penghuni surga.'

Jalan yang Lurus


اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus
Jalan yang lurus. Benar-benar mudah untuk diucapkan. Benar-benar indah ketika dibayangkan, Benar-benar melegakan ketika mendengarnya. Konotasi 'jalan yang lurus' selalu berhubungan dengan sesuatu yang memang benar-benar lurus, tak ada lika-liku, belokan maupun tikungan. Seakan mulus dan halus, pun tekstur jalan yang tak berlubang. Benarkah demikian?

jalanan yang lurus
Jalan yang Lurus belum tentu memang selurus garis


Ada 2 variabel / unsur utama dalam ayat ke-6 surat Al-Fatihah ini, Jalan dan (sifat) yang Lurus

Jalan

Dalam bahasa Arab, kata 'jalan' memiliki 3 arti: Thariq, Sabil, dan Shirath.
  • Thariq (طريق) bermakna jalan secara riil / kenyataan, seperti Jalan Suramadu
  • Sabil (سبيل) bermakna jalan secara abstrak / tidak nyata, diasosiasikan dengan pilihan-pilihan dalam hidup. Seperti di Jepang ada istilah Jalan Hidup Ninja.
  • Shirath (صراط) bermakna jalan secara abstrak / tidak nyata, namun dibimbing dengan syari'at Islam

Lurus

Lalu diikuti kata 'Lurus' yang berakar dari kata  إستقام - يستقيم - إستقامة memiliki arti 'minta lurus', dan kemudian dirubah pada bentuk kata fa'il (subjek) menjadi مستقيم dengan arti 'orang-orang yang istiqamah'. Istiqamah memiliki arti lain teguh pendirian.
Jadi kita setiap kali shalat, kita selalu meminta ditunjukkan pada jalan yang istiqamah (teguh pendirian), karena kita tidak tau apakah yang akan kita lakukan setelah detik ini, bisa jadi amal shaleh, bisa jadi amal salah.

Seperti apa orang-orang yang istiqamah ini?
Dalam ayat selanjutnya, dijelaskan bagaimana karakter dari orang-orang yang istiqamah ini.


صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم و لا الضالّين
Jalan yang telah engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan (orang-orang) yang engkau murkai dan (juga) orang-orang yang sesat

Jalan yang telah engkau beri nikmat

Siapa sajakah mereka ini? Dalam surat An-Nisa ayat 69 disebutkan :

 وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَۚ وَحَسُنَ أُوْلَٰٓئِكَ رَفِيقٗا 
Dan barang siapa yang mentaati Allah dan para Rasul, maka mereka itulah yang membersamai orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka, dari golongan para Nabi, Orang-orang yang Jujur, Orang-orang yang Mati Syahid dan Orang-orang yang Shalih. Merekalah sebaik-baik teman.

Berarti ada 4 golongan yang telah Allah beri nikmat, dan hanya satu yang tidak kita bisa, menjadi Nabi adalah sebuah kemustahilan. Maka kesempatan kita untuk menjadi orang-orang yang diberi nikmat masih terbuka lebar. :)

superhero sholat shaleh
Superhero Shalih :D

Jalan yang engkau murkai 

Merekalah orang-orang yang enggan bersyukur ketika diberi nikmat, mendustai ketika harus mematuhi, bahkan menyetarakan Allah dengan sesuatu yang mereka sendiri ciptakan. Inilah karakteristik Bani Israil yang sekarang disebut Zionis.

Kita pun tau kisah-kisah mereka semenjak Sulaiman menjadi raja mereka, namun mereka menyebutkan bahwa malaikat yang mengajarkan sihir. Musa ketika membebaskan Bani Israil dari tirani Firaun, mereka menciptakan dan menyembah patung anak sapi emas yang mengeluarkan suara. Isa yang mereka benci dan mereka fitnah dengan kerajaan, lalu Yudas yang akhirnya menanggung dosanya sendiri lalu tersalib karena fitnahnya terhadap Isa. Pun Muhammad yang membangun peradaban Islam di madinah selalu mereka caci dan fitnah.

Jalan yang sesat 

Mereka tersesat oleh perbuatan mereka sendiri. Mereka mengira telah membuat Allah senang melalui perantaranya, namun mereka tak menyadari bahwa Allah tak memiliki sekutu sama sekali, bahkan ia sangat benci ketika sifat-sifat-Nya harus dibagi 3. Inilah kaum Nasrani dan para musyrikin (orang-orang yang menyekutukan Allah).

Banyak sekali kegiatan-kegiatan positif yang mereka lakukan kepada masyarakat, baik itu pembagian sembako, bakti sosial dan sebagainya. Namun, karena niat awal mereka salah, semua hilang percuma tak berbekas satu butir debu pun.

Merangkai Ulang Makna Bertambahnya Usia

Hidup adalah sebuah perjalanan. Ia selalu ditemani oleh waktu yang terus berputar, tak disadari, tak kenal penat pun tak kenal lelah. Ia akan hanya disadari jika ada suatu kejadian yang luar biasa terjadi.

makna tahun baru
Perayaan Tahun Baru

Banyak orang yang mengucapkan "Selamat Ulang Tahun!", "Happy Birthday!", "Met Milad!", atau dengan bahasa-bahasa aneh lainnya ketika waktu yang sama terulang kembali. Namun, hakikatnya waktu tak pernah kembali, walau jarum menunjuk pada angka yang sama.

Kita lihat sejenak pada jam kita, baik jam tangan, jam dinding atau jam apapun yang kau miliki. Semua jam berputar dari angka 12 ke arah angka 3, lalu ke angka 6, berlanjut angka 9 dan kembali ke angka 12, seakan terbagi kedalam 4 wilayah yang berbeda. Benar atau betul? :D

gambar jam dinding
Pola Jam

Ayo kita hubungkan dengan perhitungan matematis!

Kita pasti pernah belajar tentang diagram Cartesius kan? Diagram koordinat yang memiliki sumbu X dalam keadaan horizontal dan sumbu Y yang tegak lurus terhadap sumbu X. Maka, sistem koordinat dari diagram Cartesius itu terbagi kepada 4 bagian, kuadran 1, kuadran 2, kuadran 3 dan kuadran 4.

gambar diagram cartesius kartesius
Diagram Cartesius

Setiap gerak koordinat yang mengarah dari satu titik menuju titik lainnya menghasilkan sebuah sudut. Ketika gerak yang tercipta berlawanan arah jarum jam, maka akan menghasilkan nilai sudut positif. Sebaliknya, ketika gerak yang tercipta searah dengan jarum jam, maka akan menghasilkan nilai sudut negatif.

Coba kita masukkan gerak sudut ke dalam bidang Cartesius, maka kita akan mendapatkan beberapa hasil :

Jika kita menarik garis dari titik O (0,0) ke titik sembarang, misalkan titik A (5,5), lalu tarik garis lagi dari titik O (0,0) ke titik B (5,-5) akan kita dapati sudut yang bernilai -90o dengan arah segitiga AOB yang searah dengan jarum jam. Ini bermakna bahwa setiap perubahan waktu yang searah jarum jam menghasilkan nilai minus atau hilangnya waktu.

sudut negatif
Gerak Sudut Negatif

Sebaliknya, jika kita menarik garis dari titik O (0,0) ke titik A (5,5), lalu tarik garis lagi dari titik O (0,0) ke titik C (-5,5) akan kita dapati sudut yang bernilai 90o dengan arah segitiga AOC yang berlawanan dengan jarum jam. Sekali lagi bermakna bahwa setiap perubahan waktu yang berlawanan dengan arah jarum jam menghasilkan nilai positif.

sudut positif
Gerak Sudut Positif

Akan kita dapatkan 2 kesimpulan :
  1. Gerak yang searah jarum jam bermakna negatif (berkurang)
  2. Gerak yang berlawanan jarum jam bermakna positif (bertambah)

diagram kartesius
Gerak searah jarum jam bermakna negatif (berkurang)

diagram kartesius
Gerak berlawanan arah jarum jam bermakna positif (bertambah)


Gerak searah memiliki arti usia kita bukanlah bertambah, namun berkurang setiap detiknya, begitupula sebaliknya.

Maka tak pantas jika kita mengalami ulang tahun, dianggap sebagai bertambahnya umur, tapi ia bermakna berkurangnya umur. Lebih parahnya lagi, orang yang 'berkurang umurnya' didoakan 'Semoga panjang umur...', glek! Sama saja mendoakan agar ia menderita di dunia! -,-

Setiap waktu yang kita gunakan akan dipertanyakan oleh Allah SWT, tak peduli ketika kita sedang beribadah pada-Nya ataupun sedang bermaksiat pada-Nya. Apalagi jika panjang umurnya.. Ia akan ditanya oleh Allah dalam setiap lama detiknya selama ia menghirup udara dunia. Na'udzubillah.

Maka, alangkah bijaknya kita mengolah dan berkarya dengan saling bernasehat dalam cinta dan kesabaran. :)

وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

Perempuan yang tidak Menghadiri Shalat 'Id

shalat ied di tanah lapang terbuka
Shalat 'Ied di Lapangan terbuka

Idul Fitri dan Idul Adha, 2 hari raya umat Islam yang paling dinanti-nanti oleh seluruh makhluqNya. Karena pada saat 2 hari raya inilah, umat Islam dapat bersuka cita bersama dengan sesama. Dalam nilai sosial, Idul Fitri a.k.a Idul Mubarak (hari raya penuh berkah) mengajarkan kesederhanaan dan perjuangan, sementara Idul Adha a.k.a Idul Akbar (hari raya paling agung) mengajarkan kita tentang keikhlasan dalam ketaatan, menyembelih hewan-hewan qurban bagi sesama yang kurang mampu.

Namun dalam pelaksanaan 'Idain (2 hari raya) ini masih adanya kurang pemahaman dari sebagian kalangan kaum Muslimin, khususnya dari Muslimah sendiri. Ada yang mengatakan jika seorang perempuan sedang Haid (nifas/datang bulan) tidak perlu menghadiri Shalat Ied.


bayi perempuan lucu memegang alquran
Bagaimana dengan Muslimah yang sedang Haid?

Dalil yang mereka gunakan adalah dari surat an-Nisa ayat 43 :

ولا جنبا الا عابري سبيل حتى تغتسلوا
Dan (jangan pula menghampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu (melewati) saja, sampai kamu mandi

Karena Haid termasuk keadaan Junub (tidak suci), maka perempuan yang Haid tidak diperbolehkan Shalat, juga berdiam di dalam Masjid. Dalam kesamaan tidak boleh Shalat dan berdiam di dalam Masjid ini, sebagian Muslimah menganggap bahwa mereka tidak perlu juga untuk menghadiri Shalat 'Id.

Tapi, Rasulullah SAW menyebutkan hal yang sebaliknya, berdasarkan riwayat dari Ummu Atiyah R.A. :

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ : أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَدَعْوَتَهُمْ وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلَّاهُنَّ قَالَتْ امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِحْدَانَا لَيْسَ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا
dari Ummu 'Athiyah berkata, "Kami diperintahkan untuk mengajak keluar (wanita) haid dan wanita yang sedang dipingit (dalam pemeliharaan) pada dua hari raya, sehingga mereka bisa menyaksikan jama'ah kaum Muslimin dan mendo'akan mereka, lalu menjauhkan wanita-wanita haid dari tempat shalat mereka." Seorang wanita lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab." Beliau menjawab: "Hendaklah temannya meminjamkan jilbab miliknya kepadanya."
H.R. Bukhari no.338
(Pustaka Lidwa Digital)
perempuan lucu sedang shalat
Seorang Muslimah wajib menghadiri pelaksanaan Shalat 'Id

Hadits ini mengisyaratkan harusnya seorang perempuan untuk menghadiri pelaksanaan Shalat 'Id, untuk menyaksikan kebaikan (khutbah) dari kaum Muslimin, walaupun dalam keadaan Haid sekalipun. Bahkan ketika mereka berdalih tidak bisa keluar karena tidak ada jilbab, Rasulullah memerintahkan saudara perempuannya yang lain untuk meminjamkan jilbabnya. Subhanallah.

Kesimpulannya, perempuan wajib untuk hadir pada pelaksanaan 'Idain (2 Hari Raya), walaupun dalam keadaan Haid sekalipun. Apabila tidak memiliki/mendapati jilbab, hendaknya meminjam jilbab saudara perempuannya. :)

Aliran Sesat di Indonesia

Indonesia adalah negara yang Demokratis, sangat demokratis, bahkan terlalu demokratis. Toleransi keberagamaan sangat besar, hingga komunitas-komunitas sesat pun dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Orang-orang yang tidak melakukan tahlilan saja sering disebut sesat.

Perlu diketahui, bahwa perbedaan dalam furu' (cabang) agama seperti contoh diatas, atau seperti perbedaan penetapan hari Idul Adha, lantas tidak menjadikan pendapat itu dikatakan sesat. Suatu paham dikatakan sesat jika sudah menyimpang dari ajaran al-Qur'an dan Sunnah Nabi.

MUI pun sudah merilis bagaimana suatu paham dapat dikatakan sesat. Namun, banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Mungkin ada komunitas-komunitas tertentu yang tidak ingin masyarakat mengetahuinya, wallahu a'lam.

Berikut kriteria MUI dalam menilai sebuah paham dikatakan sesat :

Mengingkari Rukun Iman dan Rukun Islam

Paham yang mengingkari (menolak) bahkan menambah dan/atau mengurangi Rukun Iman dan Rukun Islam dapat dikategorikan aliran sesat, seperti aliran Syi'ah yang mengaku masih dalam kategori Islam yang seharusnya dikategorikan diluar Islam (kafir). Syi'ah mengubah dalam Rukun Islam yaitu Imamah

Meyakini dan/atau mengikuti Aqidah yang tidak sesuai dengan Syar'i

Seperti kepercayaan pada tahun 2012 yang akan terjadi kiamat. Padahal yang hanya mengetahui hari esok dan kiamat hanyalah Allah SWT saja.
يَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَاۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّيۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقۡتِهَآ إِلَّا هُوَۚ ثَقُلَتۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ لَا تَأۡتِيكُمۡ إِلَّا بَغۡتَةٗۗ يَسۡ‍َٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنۡهَاۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ١٨٧ 

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"

Meyakini wahyu yang turun setelah al-Qur'an

al-Qur'an adalah pelengkap dan penutup dari kitab-kitab dan mushaf-mushaf terdahulu. Karena al-Qur'an bersifat global, maka ia pasti menjadi wahyu bagi seluruh alam semesta. Tapi, Mirza Ghulam Ahmad meyakini bahwa setelah al-Qur'an ada kitab Tadzkirah yang diwahyukan kepadanya sendiri (self claim).

Mengingkari otensitas (kebenaran) al-Qur'an

Syi'ah mempunyai paham bahwa al-Qur'an yang asli seharusnya berjumlah 17.000 ayat! Hampir 3 kali lipat dari jumlah ayat al-Qur'an. Na'udzubillah.


Menafsirkan al-Qur'an dengan tidak berdasar kaidah tafsir

Dalam menafsirkan al-Qur'an, ada 3 kaidah yang diperbolehkan untuk mentafsirkan al-Qur'an, pertama tafsir bil-ayah (tafsir dengan ayat lain), tafsir bil-hadits (tafsir dengan hadits), dan tafsir bil-qauli sahabi (tafsir dengan ucapan sahabat).

Sedangkan kaidah tafsir yang tidak diperbolehkan ialah tafsir bil-ra''yi (tafsir dengan pikiran/akal), seperti surat al-Baqarah ayat 67 tentang menyembelih Baqarah (sapi betina) ditafsirkan sebagai Aisyah R.A. Na'udzubillah.



وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تَذۡبَحُواْ بَقَرَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوٗاۖ قَالَ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِين

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina (Aisyah)". Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang bodoh".

Mengingkari kedudukan Hadits sebagai sumber hukum kedua setelah al-Qur'an

al-Qur'an adalah sumber hukum Islam pertama dan bersifat global, sedangkan deskripsinya dijelaskan dalam Hadits. Tapi ada golongan yang menolak mengambil Hadits sebagai sumber hukum kedua setelah al-Qur'an, salah satunya golongan Qur'aniyyah.

Golongan ini berpaham bahwa hanya al-Qur'an yang masih terjamin keasilannya, tetapi Hadits selalu dipertentangkan. Akhirnya mereka menolak semua Hadits, baik shahih maupun dhaif. Padahal, jika kita telisik, bagaimana kita tau jumlah raka'at shalat? Tata cara Wudhu yang benar? Thawaf dan Sa'i yang seperti apa yang disyariatkan?

Melecehkan dan merendahkan para Nabi dan Rasul

Kembali lagi Syi'ah sebagai salah satu tokoh sesat di Indonesia. Mereka menghina para Sahabat, termasuk Abu Bakar dan 'Aisyah, dan mengatakan bahwa para Sahabat adalah Ahlun Naar (penghuni neraka). Na'udzubillah.


Mengingkari Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir

Wahyu yang terakhir turun adalah al-Qur'an, yang juga diturunkan kepada NabiNya yang terakhir. Tapi tokoh pendiri Ahmadiyyah, Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya sebagai nabi penutup.

Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditentukan Syari'at

Dalam kenyataannya, Syi'ah menambahkan kalimat syahadat bahwa Ali R.A. adalah wali Allah di dunia, juga penambahan kalimat adzan.

Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil yang Syar'i

Juga Syi'ah melakukan hal ini. Mereka mengkafirkan para Sahabat dan menghinanya dalam setiap ibadahnya.